
Dr. Azis, S.Ag, MA
Ketua STAIMS YK
Periode : 2024 – 2028

Dr. Cahya Edi Setyawan, S.Pd.I, M.Pd.I
Wakil Ketua I
Periode : 2024 – 2028

Permana Octofrezi, S.Pd.I,M.Pd
Wakil Ketua II
Periode : 2024 – 2028
VISI STAIMS YOGYAKARTA
“ Menjadi Perguruan Tinggi Islam yang Unggul dan Berwawasan Global ”
MISI STAIMS YOGYAKARTA
- Menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan nilai-nilai Islami dengan ilmu dan teknologi, serta kebudayaan.
- Menciptakan suasana akademik yang adaptif, inovatif, dan solutif.
- Menyelenggarakan good university governance
- Menjalin kerjasama berskala nasional dan insternasional
.
TUJUAN STAIMS YOGYAKARTA
- Menghasilkan intelektual yang berawawasan global dalam pemahaman keilmuan yang mendalam
- Menghasilkan sarjana islami yang beriman, berakhlak mulia, humanis, dan menjadi suri tauladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
- Mewujudkan kampus sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis integrasi keilmuan;
- Menciptakan sistem manajemen, kepemimpinan, dan kelembagaan yang sehat serta terwujudnya tata ruang, lingkungan, dan iklim kampus yang islami;
- Mewujudkan kerjasama dengan lembaga/instansi pemerintah/swasta
- Membentuk insan muslim yang mampu melaksanakan amar makruf nahi munkar dengan penuh hikmah dan bijaksana.
- Membentuk insan muslim yang mampu berdiri sendiri, sebagai pembaharu/mujaddid/inovator dan motivator yang berwawasan luas.
- Membentuk insan muslim yang mampu memberikan pelayanan pada masyarakat (Community Service), baik secara langsung maupun tidak langsung.
Strategi
- Integrasi keilmuan dan keIslaman
- Penerapan metode dan media pembelajaran adaptif
- Peningkatan riset Interdisipliner
- Pengabdian masyarakat inovatif
- Mendorong budaya publikasi
- Peningkatan tata kelola
- Ekspansi kerjasama
- Peningkatan status kelembagaan
- Peningkatan akreditasi institusi dan prodi
Profil STAIMS Yogyakarta
Perkembangan sejarah Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada Yogyakarta tidak dapat dilepaskan dari sejarah perjuangan pejuang Indonesia melawan tentara pendudukan Jepang. Masjid Syuhada dibangun di atas wakaf dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Presiden Soekarno bahkan memberikan sambutan khusus atas pembangunan masjid ini, tokoh penting Nasional Muhammad Natsir pernah menjadi Khatib di masjid ini, sementara Muhammad Hatta (Bung Hatta) pernah menyempatkan memberikan kuliah di sini sepulang dari tanah suci. Tanggal 20 September 1952 dijadikan tanggal kelahiran (milad) Masjid Syuhada.
Peristiwa penting yang dapat dijadikan sebagai milestone (tonggak sejarah) perkembangan STAI Masjid Syuhada Yogyakarta dapat dijelaskan sebagai berikut :
- Pada pertengahan tahun 1940, masyarakat Yogyakarta dengan tegas menolak pendudukan tentara Jepang di Yogyakarta, khususnya dan di Indonesia pada umumnya, dengan semangat keimanan dan patriotisme mereka melawan penjajahan Jepang. Perlawanan dalam bidang pendidikan dan dakwah, adalah dibentuknya kelompok masyarakat untuk menyadarkan dan mengobarkan semangat patriotisme.
- Perkembangan selanjutnya adalah sebagian dari kelompok masyarakat tersebut mendirikan Universitas Rakyat Pendidikan Tinggi Masjid Syuhada (UNRA PTMS) pada tahun 1961, yang pada masa itu adalah era kejayaan Partai Komunis Indonesia (PKI). Kegiatan utamanya adalah mencegah penyebaran faham komunis pada masyarakat Yogyakarta melalui kuliah subuh di Masjid Syuhada Yogyakarta.
- Pada tahun 1968, keberadaan UNRA PTMS semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Yogyakarta. Oleh karena itu UNRA PTMS harus lebih diformalkan eksistensinya. Upaya untuk menjadikan UNRA PTMS sebagai lembaga yang lebih formal direalisasikan dengan mengubah nama menjadi Institut Dakwah Masjid Syuhada (IDMS) pada tahun 1968. IDMS mengalami kemajuan yang signifikan, tidak hanya menyelenggarakan kuliah subuh saja, tetapi juga kuliah formal sebagaimana kuliah pada perguruan tinggi pada umumnya.
- Kebutuhan akan dakwah di masyarakat Yogyakarta semakin hari diperlukan semakin banyak kader dakwah.Sebagai respon atas masalah ini,maka pada tahun 1988 (dua puluh tahun kemudia) nama IDMS diganti dengan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Masjid Syuhada(STIDMS) Yogyakarta.dan mendapat status TERDAFTAR sesuai dengan SK Menteri AgamaRI No. 219, tanggal1 Desember1988 dengan program Strata Satu ( S1).
- Sehubungan dengan adanya regulasi dari pemerintah maka STIDMS menyesuaikan dengan regulasi tersebut. Pada tahun 1997 maka STIDMS berubah namanya dengan STAI Masjid Syuhada (Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada) Yogyakarta.
