STAI Masjid Syuhada Yogyakarta Menerjunkan Mahasiswa KKN Angkatan XXXIX dengan Semangat Transformasi Pendidikan Berbasis Kebutuhan Masyarakat di Era Artificial Intelligence

Yogyakarta, 29 Juni 2026 – STAI Masjid Syuhada Yogyakarta secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXXIX dengan mengusung tema “Transformasi Pendidikan Berbasis Kebutuhan Masyarakat di Era Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI).” Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, serta teknologi dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat selama pelaksanaan KKN di Kalurahan Triwidadi.

Kegiatan pembekalan dihadiri oleh Ketua STAI Masjid Syuhada Yogyakarta, Dr. Azis, S.Ag., M.A., jajaran dosen pembimbing lapangan, mahasiswa peserta KKN, serta Pemerintah Kalurahan Triwidadi yang diwakili oleh Lurah Triwidadi, Slamet Riyanto. Kehadiran unsur perguruan tinggi dan pemerintah kalurahan menjadi simbol kuatnya sinergi antara dunia akademik dengan masyarakat dalam mewujudkan program pengabdian yang berdampak.

Dalam sambutannya, Ketua STAI Masjid Syuhada Yogyakarta, Dr. Azis, S.Ag., M.A., menegaskan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga merupakan wahana pembelajaran sosial yang menuntut mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (AI), harus dimanfaatkan secara bijaksana sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Beliau juga menekankan bahwa mahasiswa dituntut menjadi agen perubahan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, moral, dan budaya masyarakat. Oleh karena itu, program-program KKN diharapkan mampu mengintegrasikan inovasi teknologi dengan kebutuhan masyarakat sehingga menghasilkan kegiatan yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Lurah Triwidadi, Slamet Riyanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan STAI Masjid Syuhada Yogyakarta yang menjadikan Kalurahan Triwidadi sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan kontribusi positif melalui berbagai program pendidikan, sosial, keagamaan, ekonomi, maupun pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan warga.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kalurahan dan perguruan tinggi merupakan bentuk kemitraan strategis dalam membangun masyarakat yang lebih maju, mandiri, dan siap menghadapi tantangan era digital. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama masa KKN berlangsung, tetapi juga meninggalkan program-program yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat.

Melalui tema “Transformasi Pendidikan Berbasis Kebutuhan Masyarakat di Era Kecerdasan Artifisial (AI),” pembekalan ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat sebelum merancang program kerja. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial secara etis sebagai media pendukung dalam penyusunan program pendidikan, administrasi, literasi digital, penguatan pembelajaran, serta pengembangan potensi masyarakat.

Kegiatan pembekalan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan pengarahan teknis mengenai pelaksanaan KKN. Para peserta memperoleh bekal mengenai etika bermasyarakat, strategi pemberdayaan masyarakat, penyusunan program kerja berbasis kebutuhan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung keberhasilan program pengabdian.

Dengan terselenggaranya pembekalan ini, STAI Masjid Syuhada Yogyakarta berharap seluruh mahasiswa KKN mampu menjadi duta perguruan tinggi yang membawa semangat pengabdian, inovasi, dan kolaborasi. Melalui pelaksanaan KKN di Kalurahan Triwidadi, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sehingga tercipta transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan kecerdasan artifisial tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.