Teken MoU dengan UMAM, Bukti Nyata STAIMS Menuju Kampus Berwawasan Global

MALAYSIA — STAI Masjid Syuhada Yogyakarta (STAIMS) terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi yang unggul dan berwawasan global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Ketua STAIMS, Dr. Azis, S.Ag., MA., dan Vice Chancellor UMAM, Dr. H. Saidul Amin, M.A., serta disaksikan oleh mahasiswa, dosen, dan jajaran pengelola UMAM. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam membangun kemitraan internasional yang berorientasi pada penguatan pendidikan tinggi dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Kerja sama tersebut mencakup tiga bidang utama tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Dalam bidang pendidikan, kolaborasi diarahkan pada pengembangan program akademik, pertukaran dosen dan mahasiswa, kuliah tamu, seminar bersama, serta peningkatan kompetensi sivitas akademika melalui kegiatan lintas negara.

Pada bidang penelitian, kedua institusi berpeluang mengembangkan riset kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, pertukaran informasi akademik, serta penyelenggaraan forum ilmiah internasional. Sementara itu, dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kerja sama dapat diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat lintas negara, kegiatan sosial dan pendidikan, serta pertukaran praktik baik dalam pengembangan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.

Selain kerja sama tridharma, kedua institusi juga menjajaki peluang program beasiswa pendidikan lanjutan, khususnya jenjang magister (S2) bagi alumni STAIMS dan doktor (S3) bagi dosen. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya STAIMS meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi internasional. Peluang tersebut selanjutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis mengenai persyaratan, mekanisme, dan skema beasiswa yang memungkinkan untuk dikembangkan bersama.

Ketua STAIMS, Dr. Azis, S.Ag., MA., menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan langkah awal untuk menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi.

“Kerja sama internasional ini merupakan bagian dari ikhtiar STAIMS dalam mewujudkan visi Unggul dan Berwawasan Global. Kami berharap MoU dengan UMAM tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang memperkuat kualitas dosen, mahasiswa, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, kerja sama ini diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi UMAM dan STAIMS untuk saling berbagi pengalaman, mengembangkan kapasitas akademik, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat regional maupun internasional. MoU ini berlaku selama tiga tahun. Dalam periode tersebut, kedua institusi diharapkan dapat menyusun dan melaksanakan berbagai program kolaboratif sesuai dengan potensi, kebutuhan, dan kesepakatan bersama. Keberhasilan kerja sama akan ditentukan oleh tindak lanjut yang terukur, keterlibatan aktif kedua belah pihak, serta dampak yang dihasilkan bagi pengembangan institusi dan masyarakat.

Penandatanganan MoU dengan UMAM menjadi salah satu langkah konkret STAIMS dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Melalui kemitraan ini, STAIMS berharap dapat memperkuat daya saing akademik, memperluas pengalaman global bagi mahasiswa dan dosen, serta membangun kolaborasi berkelanjutan yang mendukung kemajuan kedua institusi.

Dengan semangat kolaborasi dan pengembangan mutu, STAIMS terus menegaskan komitmennya untuk mewujudkan perguruan tinggi Islam yang tidak hanya berkembang di tingkat nasional, tetapi juga aktif membangun kontribusi dan kemitraan di tingkat internasional.