PERLIS, MALAYSIA — STAI Masjid Syuhada Yogyakarta (STAIMS) bersama Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) menyelenggarakan dialog akademik lintas negara bertajuk “A Cross-National Academic Dialogue: The Importance of Pursuing Higher Education: Opportunities, Challenges, and Future Prospects” pada Selasa, 13 Oktober 2026, di Ballroom Universiti Muhammadiyah Malaysia.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Cahya Edi Setyawan, M.Pd.I., Wakil Ketua I STAIMS, dan Prof. Dr. Zaini Abdullah dari pihak UMAM sebagai pembicara. Dialog dipandu oleh Adi Prabowo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAIMS, serta diikuti oleh mahasiswa STAIMS, dosen, dan sivitas akademika UMAM.
Penyelenggaraan dialog akademik ini menjadi salah satu wujud komitmen kerja sama STAIMS dan UMAM dalam memperkuat hubungan kelembagaan serta mengembangkan kolaborasi akademik lintas negara. Melalui forum ini, kedua institusi membuka ruang pertukaran gagasan dan pengalaman untuk memperluas wawasan sivitas akademika mengenai pendidikan tinggi dalam konteks global.
Mengangkat tema pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi, seminar ini membahas peluang, tantangan, dan prospek masa depan pendidikan bagi generasi muda. Pendidikan tinggi tidak hanya dipandang sebagai jalan memperoleh gelar akademik, tetapi juga sebagai proses pengembangan kapasitas diri, kemampuan berpikir kritis, kompetensi profesional, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman.
Dari sisi peluang, diskusi menyoroti akses beasiswa, mobilitas mahasiswa, jejaring akademik internasional, dan kesempatan pengembangan karier. Sementara itu, tantangan yang dibahas mencakup pembiayaan pendidikan, kesiapan akademik, penguasaan bahasa, adaptasi budaya, serta tuntutan kompetensi di tengah persaingan global. Para peserta juga diajak melihat masa depan pendidikan tinggi yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan dunia kerja, dan meningkatnya konektivitas antarnegara. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri agar mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat internasional.
Dialog berlangsung sebagai ruang interaksi akademik antara dua institusi dari Indonesia dan Malaysia. Pertemuan ini diharapkan tidak hanya memperkaya perspektif peserta, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan saling belajar di lingkungan pendidikan tinggi. Bagi STAIMS dan UMAM, kegiatan ini menjadi bentuk konkret bahwa kerja sama antarlembaga perlu diwujudkan melalui program akademik yang memberi manfaat langsung bagi sivitas akademika. Ke depan, kolaborasi diharapkan terus berkembang melalui seminar internasional, pertukaran akademik, penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan berbagai program pengembangan pendidikan.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen STAIMS untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul dan berwawasan global, sekaligus memperkuat kemitraan internasional sebagai bagian dari pengembangan mutu pendidikan tinggi.


