Diskusi Publik Hari Peduli Moral : Bersama Memperbaiki Moral Generasi Bangsa

Badan Eksekutif Mahasiswa
Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada Yogyakarta

Press Release
Yogyakarta, 14 Februari 2020

Diskusi Publik Hari Peduli Moral
Bersama Memperbaiki Moral Generasi Bangsa

Pelaksanaan kegiatan diskusi publik yang diadakan oleh BEM STAIMS Yogyakarta berangkat dari keresahan terkait maraknya kerusakan moral. Fenomena amoral menjadi permasalahan yang tidak kunjung terselesaikan dan justru semakin bertambah setiap tahunnya. Maka dari itu BEM STAIMS berupaya membuka ruang diskusi untuk membahas permasalahan tersebut.
Diskusi berlangsung pada hari Jumat, 14 Februari 2020 pukul 08.00 – 11.00 WIB di aula STAIMS. Kegiatan ini dibersamai oleh 5 pemantik dari berbagai kampus dan organisasi pergerakan mahasiswa, yaitu Presiden Mahasiswa STAIMS Yogyakarta (Afrian Zakaria), Ketua PMII cabang Bantul (A. Luthfi Aziz), Presiden Mahasiswa UNU (Muhammad Agus Fikri), Presiden Mahasiswa UMY (Muhammad Iqbal Khatami) dan Ketua PC IMM Bantul (Baharuddin Rohim). Adapun peserta diskusi juga berasal dari berbagai kampus antara lain STEBI Al-Muhsin, STAIT, STAIMS, UNY, UGM, UII, STEI Hamfara, IIQ An-Nur, UAD dan UNU.
Kegiatan diskusi mengambil momentum hari perayaan kasih sayang, yang biasanya menjadi puncak perayaan kegiatan amoral. Perayaan ini biasanya digandrungi banyak kalangan muda untuk melampiaskan nafsu bertopengkan kasih sayang atau cinta. Salah satu sebab para kalangan muda yang melakukan tindakan amoral adalah karena mereka sulit menemukan role model yang baik sebab yang banyak bermunculan akhir-akhir ini ialah para role model yang kurang baik dan mendidik.
Adapun sejarah yang berkaitan dengan tanggal 14 Februari yaitu adanya festival Lupercalia. Sebuah rangkaian hari raya yang dipersembahkan kepada Lupercus dewa kesuburan dan Juno Februa dewi kesuburan. Perayaan tersebut dimulai dengan menaruh nama para gadis di sebuah tempat dalam kertas yang terpisah lalu kemudian para lelaki mengambil satu kertas secara acak. Nama gadis yang keluar di kertas tersebut akan menjadi pasangan sang lelaki dalam satu malam dan melakukan hubungan terlarang.
Sejarah lain yang berkaitan dengan hari kasih sayang yaitu adanya sejarah seorang tokoh bernama Saint Valentine. Ia dianggap sebagai tokoh berjasa dalam memperjuangkan kasih sayang sebab upayanya membantu seorang tentara yang tengah kasmaran agar terbebas dari tugasnya. Namun hal itu melanggar peraturan sehingga Saint Valentine harus menerima hukuman mati pada tanggal 14 Februari.
Ditinjuau dari segi fakta, tindakan amoral meningkat pesat pada tanggal 14 Februari. Di Amerika, tanggal 14 Februari dijadikan sebagai “The National Condom Week”, untuk menggalakkan semua orang wajib pakai kondom untuk menghindari kehamilan. Bahkan setiap tahunnya di Amerika dan Inggris aktivitas berhubungan badan di luar pernikahan meningkat selama satu pekan sebelum dan sesudah tanggal 14 Februari.
Data di Indonesia sendiri menunjukkan adanya perayaan hari kasih sayang dengan tindakan amoral. 26.4% dari 413 orang yang disurvei mengaku biasanya menghabiskan kegiatan di hari tersebut dengan kekasih dan melakukan hal-hal terlarang. Bahkan di kota-kota besar yang ada di Indonesia, didapatkan data sekitar 47%-54% para remajanya mengaku pernah melakukan hubungan seksual.
Dalam proses diskusi dibahas pentingnya pemberian perhatian terhadap moral. Jika kini kita merasa ada banyak permasalahan terkait moral maka kita perlu berupaya memperbaikinya. Namun sebelum terjun dalam upaya perbaikan moral untuk sekitar, kita butuh instropeksi diri terkait moral diri pribadi. Setelah itu kita perlu melakukan langkah konkrit untuk membangun keadaan moral sekitar. Dimulai dari membangun persepsi yang benar dan memahamkan terkait moralitas, sehingga permasalahan amoral tidak semakin bertambah. Maka para mahasiswa sepakat untuk bersinergi membangun gerakan yang inklusif dan intelek demi membangun moral generasi bangsa.

Contact Person:
Sekretaris BEM STAIMS
082258441880 (Adhim)
Jalan Pringgokusuman. Nomor 12 Yogyakarta, Telp (0274) 580170

X