Ekspedisi Andong (Pendakian pertama HIMALAYA STAIMS YOGYAKARTA di periode 2021/2022)

(Pendakian pertama HIMALAYA STAIMS YOGYAKARTA di periode 2021/2022)

Pada tanggal 4 april 2021 UKM HIMALAYA STAI Masjid Syuhada Yogyakarta melaksanakan pendakian untuk pertama kalinya. Pendakian ini termasuk salah satu proker yang sudah disusun oleh anggota HIMALAYA serta sudah disetujui oleh Bapak Dr. Aziz S.Ag, M.A sebagai ketua STAI Masjid Syuhada . Pendakian pertama ini dilaksanakan di gunung Andong, yaitu salah satu gunung yang terletak di daerah Magelang Jawa Tengah tepatnya di dusun Sawit Girirejo. Gunung dengan ketinggian 1726 MDPL. ini belum pernah mempunyai aktivitas meletus. Medan yang mudah dan singkatnya waktu tempuh menuju puncak menjadi alasan mengapa gunung ini kami pilih sebagai tempat pelaksanaan pendakian pertama pada periode ini.
Ketua HIMALAYA periode 2021/2022, Hibban Haidar mengatakan “Pendakian adalah salah satu cara menyalurkan ilmu yang kami dapat, bukan hanya ilmu tentang kealaman saja, akan tetapi juga mengamalkan ilmu yg di ajarkan rasulullah seperti halnya kesabaran, mentadaburi alam, mempererat tali persaudaraan dan lain sebagainya. Dan adanya kegiatan ini juga untuk melatih fisik agar menjadi lebih kuat, karena seperti sabda Rasulullah ” orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah, daripada mukmin yang lemah”,jadi bisa di simpulkan kegiatan ini tidak semata mata hanya kesenangan saja, ada hal hal lain juga yang sangat bermanfaat”.
Seperti yang sudah diketahui bersama UKM HIMALAYA adalah UKM yang bergerak di bidang kealaman dan kemanusiaan. Seperti namanya HIMALAYA (HImpunan MAhasiswa pecinta aLAm YogyakartA).
Yang menjadi peserta dalam pendakian ini bukan hanya anggota dari HIMALAYA sendiri, tapi dari anggota UKM lain dan beberapa anggota BEM juga turut serta meramaikan. Selain itu juga ikut serta ketua HIMALAYA periode sebelumnya saudara Ridwan Alam. Dia sebagai yang dituakan di HIMALAYA sempat memberikan motivasi serta arahan kepada kami, dia mengatakan “Ya pendakian itu mengibaratkan peperangan, yang sejauh mana kita mampu bertahan hidup, dengan berbagai kekurangan, baik air, makanan, cuaca yang tidak biasa, kerjasama antar team, dan paling penting adalah bagaimana kita mengotrol emosi kita, ego kita, dan juga melepaskan berbagai pikiran- pikiran yang ruwet di keadaaan biasanya”.
Jadi pendakian ini adalah salah satu cara kita mentadaburi kebesaran Allah, seperti yang sudah Allah sampaikan dalam Q.S Ar-Rad ayat 3;
وَهُوَ الَّذِيْ مَدَّ الْاَرْضَ وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْهٰرًا ۗوَمِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ جَعَلَ فِيْهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir”.

 

X