Awal Berdirinya staims yogyakarta

Latar belakang berdirinya STAIMS diawali dengan lembaga yang diberi nama Universitas Rakyat Pendidikan Tinggi Masjid Syuhada (UNRA PTMS), pada tahun 1961, yang saat itu adalah masa jayanya Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada awalnya pendidikan berlangsung melalui kuliah-kuliah subuh yang berlangsung di Masjid Syuhada Yogyakarta. Setelah berjalan beberapa waktu, pelaksanaan pendidikan meningkat menjadi semi formal.

Tanggapan masyarakat cukup tinggi, terbukti dengan tidak tertampungnya peserta di ruang kuliah di Masjid Syuhada, sehingga mereka berada diluar ruang kampus Masjid Syuhada. Bagi pengelola kondisi tersebut merupakan kebanggaan sekaligus tantangan. Selanjutnya para pengelola mengajukan peningkatan status ke Departemen Agama.

Pengakuan Pemerintah

Usulan untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah melalui Departemen Agama mendapatkan hasil dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 70/1968, tanggal 16 April 1968, pimpinan pada waktu mengajukan usulan itu dijabat oleh GBPH Prabuningrat. Kemudian tahun 1988 Institut Dakwah Masjid Syuhada berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Masjid Syuhada (STIDMS) dan mendapat status TERDAFTAR sesuai dengan SK Menteri Agama RI No. 219, tanggal 1 Desember 1988 dengan program Strata Satu ( S 1).

Proses selanjutnya dilakukan usulan untuk mendapatkan status DIAKUI dan memperoleh hasil dengan keluarnya SK Menteri Agama RI Nomor 171 Tahun 1991, tertanggal 6 Agustus 1991 dengan Jurusan Penerangan dan Penyiaran Agama (PPA), dengan pengembangan kampus di Jalan Pringgokusuman No 12 Yogyakarta.

Pada tahun 1996 Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Masjid Syuhada (STIDMS) bermusyawarah dengan pengurus Yayasan Masjid dan Asrama (YASMA) Syuhada untuk menambah jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan merubah nama menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada (STAIMS).

Keunikan dan Nilai plus

Selain faktor tersebut di atas yang menjadi pendorong lahirnya STAIMS, ada pula beberapa faktor yang menarik untuk dikemukakan yaitu:

  1. Masjid Syuhada yang menaungi STAIMS merupakan monumental historis, didirikan untuk mengenang jasa para pahlawan atau syuhada yang telah gugur demi membela kebenaran dan mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
  2. Peralihan nama dari UNRA PTMS ke FID IDMS bertepatan dengan peristiwa Yogya Kembali pada tanggal 29 Juni 1961 dan semangat ini yang selalu member ruh dalam setiap derap langkah perjuangan STAIMS dalam mengabdikan diri kepada Bangsa dan Negara.
  3. STAIMS pernah memiliki seorang Rektor yang menjabat dua periode yakni GBPH Prabuningrat (Almarhum) yang selama masa perjuangannya sebagai mujahid dengan ikhlas mengabdikan dirinya untuk menegakkan amar makruf nahi munkar melalui Masjid Syuhada, adalah seorang figur pemimpin yang langka ditemukan. Semangat inilah yang dijadikan contoh tauladan bagi civitas akademika STAIMS.
  4. Di dunia Islam hanya ada dua Negara yang mempunyai Perguruan Tinggi Islam di bawah naungan masjid yang salah satunya ada di Indonesia, yaitu STAIMS yang berada di bawah naungan Yayasan Masjid dan Asrama Syuhada (YASMA). Oleh karena itu STAIMS merupakan pelopor pertama bagi lahirnya berbagai Perguruan Tinggi Islam di lingkungan masjid di Indonesia. Sebuah perpaduan yang unik, tetapi anggun untuk melahirkan peradaban yang humanis bagi generasi mendatang.