STAIMS Jajaki Beasiswa S2 bagi Alumni dan S3 bagi Dosen di UMAM, Perkuat SDM Menuju Kampus Berwawasan Global

MALAYSIA — STAI Masjid Syuhada Yogyakarta (STAIMS) terus mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penjajakan kerja sama beasiswa pendidikan lanjutan dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Dalam agenda kunjungan internasional pada 12–16 Oktober 2026, STAIMS menjajaki peluang beasiswa jenjang magister (S2) bagi alumni dan doktor (S3) bagi dosen. Penjajakan ini merupakan bagian dari komitmen STAIMS dalam merealisasikan arah Rencana Strategis (Renstra) 2026–2030, khususnya penguatan kualitas SDM sebagai fondasi pengembangan institusi. Melalui peluang studi lanjut di Malaysia, STAIMS berupaya meningkatkan kualifikasi akademik dosen sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi para alumninya.

Ketua STAIMS, Dr. Azis, S.Ag., MA., menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan investasi penting untuk mewujudkan visi STAIMS sebagai perguruan tinggi yang Unggul dan Berwawasan Global.

“Peningkatan kualitas SDM tidak cukup hanya menjadi target dalam dokumen perencanaan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret. Penjajakan beasiswa S2 bagi alumni dan S3 bagi dosen ini merupakan ikhtiar STAIMS untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas, meningkatkan kualifikasi akademik dosen, serta menyiapkan SDM yang mampu membawa institusi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berwawasan global,” ungkapnya.

Peluang kerja sama tersebut mendapat respons positif dari pihak UMAM. Prof. Zaini Abu Bakar, Dekan Fakultas Islamic Studies, Education, and Social Sciences UMAM, menyampaikan optimisme terhadap kemungkinan pengembangan program beasiswa bagi dosen dan alumni STAIMS. Ia menggambarkan peluang tersebut melalui analogi yang terinspirasi dari semangat persaudaraan kaum Muhajirin dan Ansar, yakni saling membantu, menguatkan, dan membuka jalan bagi kemajuan bersama.

“Peluang beasiswa ini sangat mungkin untuk direalisasikan. Kita berharap hubungan STAIMS dan UMAM dapat menjadi seperti persaudaraan kaum Muhajirin dan Ansar, yang saling membantu dan menguatkan. Dengan semangat tersebut, kita ingin membuka kesempatan bagi dosen untuk melanjutkan studi doktoral dan bagi alumni untuk menempuh pendidikan magister, sehingga keduanya dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi umat dan masyarakat,” ungkap Prof. Zaini.

Sementara itu, Dr. Raerake Setyawan, perwakilan bidang Hal Ehwal Pelajar dan Akademik UMAM, turut menjadi bagian dalam penjajakan peluang kolaborasi pendidikan tersebut. Pembahasan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi koordinasi lebih lanjut mengenai mekanisme, persyaratan, dan skema pelaksanaan beasiswa yang memungkinkan untuk dikembangkan bersama. Bagi STAIMS, peluang beasiswa ini memiliki arti strategis. Peningkatan kualifikasi dosen melalui studi doktoral diharapkan berdampak pada penguatan pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan program studi. Sementara itu, kesempatan studi magister bagi alumni diharapkan memperkuat hubungan antara kampus dan lulusan serta mendorong lahirnya SDM yang kompeten dan berdaya saing internasional.

Penjajakan ini selanjutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi kelembagaan dan pembahasan teknis antara STAIMS dan UMAM. Dengan perencanaan yang matang, peluang kerja sama tersebut diharapkan berkembang menjadi program konkret yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui langkah ini, STAIMS menegaskan bahwa visi “Unggul dan Berwawasan Global” diwujudkan melalui investasi nyata dalam pengembangan manusia, perluasan akses pendidikan, dan pembangunan kemitraan internasional. Semangat saling menguatkan yang terinspirasi dari persaudaraan Muhajirin dan Ansar menjadi landasan penting untuk membangun kolaborasi yang tidak hanya menguntungkan institusi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan dan umat.